google-site-verification: googlede9405c7cb17dca2.html Sang Pendaki Mimpi: 12/18/14 Sang Pendaki Mimpi: 12/18/14

Jasa Pengiriman

Kamis, 18 Desember 2014

CITA-CITAQ MENJADI SEORANG GURU

Ada banyak suka duka dalam menjalani sebuah profesi, tentunya tidak lain dengan profesi guru. Di mana Indonesia saat ini membutuhkan sistem pendidikan yang lebih baik demi menelurkan generasi pemenang di masa depan. Karena di saat kita tua nanti, merekalah yang akan memimpin bangsa ini. 
Seperti profesi lainnya, guru membutuhkan sesuatu yang lebih dari sebuah kualitas kerja, sesuatu itu datang dari hati. Profesi membutuhkan kebulatan tekad, hati yang utuh tidak setengah-setengah dan niat yang baik. Guru bukan hanya dituntut untuk mengajar mata pelajaran tertentu melainkan pula dituntut untuk mendidik generasi muda.
Apa yang ingin saya sampaikan saat ini adalah saya merasa bersalah. Ketika menjadi guru privat dan guru di bimbel, di masa-masa S1, saya merasa tujuan saya masih salah. Saya mengajar karena panggilan perut, bukan panggilan jiwa. Tentu mengenai ada pro dan kontra. Munafik jika kita mengatakan tidak membutuhkan uang, namun seharusnya bukan itu yang diutamakan. Saya merasa masih belum bisa konsisten menjaga niat sampai saat ini, hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhenti mengajar, baik mengajar privat maupun bimbel sampai saat tulisan ini dibuat.
Sebagaimana seorang laki-laki tentunya ego itu berperan besar dalam kehidupannya. Saya menginginkan banyak hal dalam hidup. Ada banyak goal yang harus saya capai tahun ini, tahun depan, lusa, bahkan sampai usia senja. Salah satunya adalah memajukan pendidikan Indonesia. Saya mulai bisa memahami diri sendiri dan saya tentu tidak mau membohongi diri saya sendiri. Awalnya pemikiran saya tidak ingin menjadi guru sekolah, baik itu SD, SMP maupun SMA. Tapi keinginan memajukan pendidikan di Indonesia itu sangatlah besar. Saya yakin dengan apa yang saya jalani saat ini saya mampu mencapainya.

Impian saya di saat umur saya 23 tahun, saya berdiri di depan kelas sebuah sekolah menengah atas. Bukan sebagai seorang guru sekolah, namun sebagai guru saja. Saya tidak akan mengajarkan Fisika saat itu, tapi saya ingin mengajarkan bagaimana melangkah di usia muda, bagaimana belajar memahami diri sendiri, belajar menggantungkan cita-cita, belajar bangkit setelah badai berkali-kali menerpa, belajar meyakini kecerahan masa depan dan belajar untuk tetap tidak menyerah.

Saya ingin menjadi seorang guru.