Ada banyak suka duka dalam menjalani sebuah profesi, tentunya tidak
lain dengan profesi guru. Di mana Indonesia saat ini membutuhkan sistem
pendidikan yang lebih baik demi menelurkan generasi pemenang di masa
depan. Karena di saat kita tua nanti, merekalah yang akan memimpin
bangsa ini.
Seperti profesi lainnya, guru membutuhkan sesuatu yang lebih dari
sebuah kualitas kerja, sesuatu itu datang dari hati. Profesi membutuhkan
kebulatan tekad, hati yang utuh tidak setengah-setengah dan niat yang
baik. Guru bukan hanya dituntut untuk mengajar mata pelajaran tertentu
melainkan pula dituntut untuk mendidik generasi muda.
Apa yang ingin saya sampaikan saat ini adalah saya merasa bersalah.
Ketika menjadi guru privat dan guru di bimbel, di masa-masa S1, saya merasa tujuan saya masih salah. Saya mengajar
karena panggilan perut, bukan panggilan jiwa. Tentu mengenai ada pro dan
kontra. Munafik jika kita mengatakan tidak membutuhkan uang, namun
seharusnya bukan itu yang diutamakan. Saya merasa masih belum bisa
konsisten menjaga niat sampai saat ini, hingga akhirnya saya memutuskan
untuk berhenti mengajar, baik mengajar privat maupun bimbel sampai saat
tulisan ini dibuat.
Sebagaimana seorang laki-laki tentunya ego itu berperan besar dalam
kehidupannya. Saya menginginkan banyak hal dalam hidup. Ada banyak goal
yang harus saya capai tahun ini, tahun depan, lusa, bahkan sampai usia
senja. Salah satunya adalah memajukan pendidikan Indonesia. Saya mulai
bisa memahami diri sendiri dan saya tentu tidak mau membohongi diri saya
sendiri. Awalnya pemikiran saya tidak ingin menjadi guru sekolah, baik itu SD, SMP maupun
SMA. Tapi keinginan memajukan pendidikan di Indonesia itu sangatlah
besar. Saya yakin dengan apa yang saya jalani saat ini saya mampu
mencapainya.
Impian saya di saat umur saya 23 tahun, saya berdiri di depan kelas
sebuah sekolah menengah atas. Bukan sebagai seorang guru sekolah, namun
sebagai guru saja. Saya tidak akan mengajarkan Fisika saat itu, tapi
saya ingin mengajarkan bagaimana melangkah di usia muda, bagaimana
belajar memahami diri sendiri, belajar menggantungkan cita-cita, belajar
bangkit setelah badai berkali-kali menerpa, belajar meyakini kecerahan
masa depan dan belajar untuk tetap tidak menyerah.
Saya ingin menjadi seorang guru.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar