GNSS merupakan teknologi yang digunakan untuk menentukan posisi atau
lokasi dalam satuan ilmiah di Bumi. Satelit akan mentransmisikan sinyal
radio dengan frekuensi tinggi yang berisi data waktu dan posisi yang
dapat diambil oleh penerima yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui
lokasi tepat mereka di mana pun di permukaan bumi.
Terdapat dua GNSS yang berjalan di atas bumi,
- GPS – Global Positioning System
- GLONASS - Global Navigation Satellite System
Sistem ini akan terus dikembangkan untuk menjadi lebih baik untuk
memenuhi standar keakuratan data yang dihasilkan dan keandalan dalam
memenuhi
kebutuhan. Terdapat satu lagi sistem yang tengah dikembangkan yang
diberi nama GALILEO, sebuah GNSS yang dikembangkan di Eropa.
GPS – Global Positioning System
GPS merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang dibangun dengan
awalnya menggunakan 24 satelit yang diletakkan di orbit bumi oleh
Departemen
Pertahanan Amerika Serikat. Untuk saat ini, satelit yang digunakan GPS
sudah mencapai 31 satelit. GPS dikembangkan pertama kali untuk tujuan
militer, namun pada tahun 1980 pemerintah membuat GPS terbuka untuk
digunakan oleh masyarakat sipil. GPS dapat bekerja pada musim apa pun
dan di mana pun di seluruh permukaan bumi selama 24 jam sehari.
Penggunaan GPS tidak dikenakan biaya apa pun.
Satelit GPS memutari bumi dua kali sehari dalam orbitnya dan mentransmisikan sinyal informasi ke bumi. GPS receiver mengambil informasi dan menggunakan triangulation
untuk menghitung lokasi dari pengguna. Triangulation adalah sebuah
proses pencarian koordinat dan jarak sebuah titik dengan menggunakan
pengukuran sudut antara suatu titik dengan dua atau lebih titik acu
(satelit) yang sudah diketahui posisinya dan jarak-jarak antara satelit.
Koordinat dan jarak ditentukan dengan menggunakan hukum sinus.
GPS receiver akan membandingkan waktu sebuah sinyal yang
ditransmisikan oleh satelit dengan waktu yang diterima. Perbedaan waktu
akan memberikan informasi seberapa jauh antara satelit dan GPS receiver.
Sebuah GPS receiver setidaknya harus memastikan minimal
membutuhkan tiga buah kanal satelit untuk menghitung posisi 2D (Latitude
dan Longitude) dan melacak perpindahan. Dengan menggunakan empat kanal
satelit atau lebih, GPS receiver dapat menghitung posisi 3D (Latitude, Longitude dan Altitude). Namun pada prakteknya GPS receiver dapat menangkap sampai dengan 12 kanal satelit. Semakin banyak kanal satelit yang berhasil diterima oleh GPS receiver maka akurasi yang diberikan akan semakin tinggai.
GLONASS - Global Navigation Satellite System
Seperti GPS, GLONASS merupakan sebuah sistem navigasi satelit yang
dibangun oleh pemerintah Rusia. Saat ini memiliki 24 satelit aktif.
Namun GLONASS
tidak sepopuler GPS, perangkat GLONASS-Only yang dikembangkan sangat terbatas. Mengenai sistem kerja, GLONASS memiliki kriteria kerja yang identik dengan GPS.
GPS + GLONASS
Teknologi saat ini memungkinkan untuk mengkombinasikan dua sistem
navigasi satelit di atas. Dengan memadukan GPS dan GLONASS total
satellite yang
tersedia adalah 55 satelit dan sesuai dengan teori triangulasi maka
tingkat keakuratan dari perpaduan ini akan bertambah sampai 50%.
Kombinasi ini saat ini sudah diimplementasikan pada perangkat bergerak
seperti smartphone.
Melalui sebuah pengujian dilakukan pembuktian dengan menggunakan komponen berikut
Table 1.a Komponen Uji Coba
Uji coba dilakukan dengan dua skenario. Skenario pertama dilakukan di
depan ruang Gedung Teknik Informatika lantai 3 dan yang kedua bertempat
di dalam
gedung Teknik Informatika lantai 3.
Skenario pertama mewakili tingkat visibilitas tinggi satelit terhadap
perangkat penerima. Sedangkan skenario kedua mewakili tingkat
visibilitas rendah.
1. Di tempat visibilitas tinggi satelit
Table 1.1 Pengujian 1 akurasi GPS dan GPS+GLONASS
Pengujian dilakukan di depan ruangan gedung Teknik Informatika ITS
Pukul 01:00 – 01:30 tanggal 23 Maret 2013 dengan cuaca mendung.
Gambar 1.1 lokasi uji coba 1
Dari hasil pengujian didapatkan bahwa perangkat yang memiliki GPS
memiliki akurasi 30 kaki, sedangkan untuk perangkat GPS+GLONASS memiliki
akurasi
10 kaki. Semakin kecil nilai akurasi yang ada pada gambar menyatakan
semakin tepat lokasi yang ditunjukkan.
Tabel 1.1 Hasil Pengujian 1 akurasi GPS dan GPS+GLONASS
Tabel di atas memperlihatkan bahwa perangkat yang memiliki tambahan
GLONASS memiliki pilihan satelit yang lebih banyak dan bisa mendapatkan
kanal
satelit yang lebih banyak.
2. Di tempat visibilitas rendah satelit
Tabel 2.1 Pengujian 2 akurasi GPS dan GPS+GLONASS
Pengujian kedua dilakukan di dalam gedung Teknik Informatika di dalam Lab NCC
Pukul 00:00 – 01:00 tanggal 23 Maret 2013 dengan cuaca mendung.
Gambar 2.1 lokasi uji coba 2
Dari hasil uji coba dua, didapat perangkat yang memiliki GPS memilii
akurasi 49 kaki dengan menggunakan 4 kanal satelit. Perangkat GPS tidak
memiliki pilihan yang banyak untuk melakukan kalkulasi triangular. Hal
ini ditunjukkan dengan satelit yang ada berjumlah 4 buah dan kanal yang
ditangkap berjumlah 4 kanal satelit.
Sedangkan untuk perangkat yang memiliki GPS dan GLONASS memiliki
akurasi 16 kaki dengan perhitungan triangulasi menggunakan 11 satelit
dari 21 satelit
yang tersedia.
Tabel 2.2 Hasil Pengujian 2 akurasi GPS dan GPS+GLONASS
Dari tabel 2.2 didapat bahwa perangkat dengan tambahan GLONASS
memiliki akurasi yang lebih baik karena dikalkulasi dengan jumlah
satelit yang cukup dibandingkan dengan perangkat GPS saja. Hal ini
membuktikan untuk skenario 2 perangkat dengan tambahan GLONASS memiliki
tingkat akurasi lebih baik.
Kesimpulan
Dari dua skenario yang dibuat di atas, dapat disimpulkan bahwa
perangkat dengan tambahan GLONASS memiliki akurasi perhitungan posisi
yang lebih
baik karena lebih banyak pilihan satelit untuk dijadikan kanal
perhitungan triangulasi.
Daftar Pustaka
1. RW, Panji. 2012. "Prinsip Kerja GPS (Global Positioning System)"
http://telecommunicationforall.blogspot.com/2012_07_01_archive.html. 23
Maret 2013
2. Padre, Joe. 2012. "GLONASS support in our latest Xperia™ phones"
http://developer.sonymobile.com/2012/01/19/glonass-support-in-our-latest-xperia-phones/.
23 Maret 2013
