google-site-verification: googlede9405c7cb17dca2.html Kamu adalah bahagia dan sedihku | Sang Pendaki Mimpi Sang Pendaki Mimpi: Kamu adalah bahagia dan sedihku

Jasa Pengiriman

Selasa, 27 Mei 2014

Kamu adalah bahagia dan sedihku

Sekarang.. Semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama. Tak ada yang kuketahui selain mencari cara terbaik agar aku tak lagi mengidolakanmu. Aku bertingkah seolah aku baik-baik saja tanpamu. Padahal sebenarnya aku hancur.. Aku berusaha memunguti serpihan-serpihan hati dan menatanya kembali.
Aku lelah, ketika harus memaksa otakku untuk agar tak lagi memikirkanmu, semakin aku memaksa otakku.. Semakin membuatku memutar kembali semua memori yang ia simpan secara sengaja. Sementara aku tak mau melupakanmu dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak, dan aku percaya waktu akan melakukannya untukku.. Jika memang aku ditakdirkan untuk melupakanmu..
Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu. Kamu sangat sulit kutebak, kamu seperti teka-teki yang memiliki jawaban tapi juga banyak tafsiran. Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut!
Dengar.. Aku tidak mengapa jika memang benar kau telah menemukan seseorang yang yang benar-benar kau cintai. Disini, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Aku akan memberikan segala yang aku mampu, asal orang yang aku sayangi bisa bahagia.. meskipun itu harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri. Jangan terlalu memikirkan aku, karena aku sudah terbiasa merasakan sakit dan kecewa walau tak pernah sedalam ini. Tapi jangan khawatir, aku pasti bisa mengatasi semua itu. Tenang saja..
Bagiku, yang terpenting adalah dapat melihatmu tersenyum bahagia, meskipun itu bukan karena aku penyebabnya. Aku rela, rela menukar semua kebahagiaanku demi melihat lengkungan senyum diwajahmu. Karena kebahagiaanmu adalah segalanya untukku.

Terima kasih.. Engkau telah membagikan sedikit kenanganmu untukku, yang tergambar indah dalam kenangan hidupku.
Selama ini.. Aku selalu dibayangi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut untuk diberi jawaban, tapi tak pernah sedikitpun aku temukan. Tapi sekarang aku sadar, bahwa sebenarnya bukan jawaban yang dibutuhkan, tapi pengertian. Mengerti.. bahwa sesungguhnya tuhan tidak pernah membuat cerita seperti ini tanpa alasan, dan mungkin saja tuhan tidak ingin aku mencari tahu apa alasan tersebut, tapi tuhan ingin aku belajar dari cerita itu. Dan.. Memang benar. Tuhan membuatku belajar banyak hal dari cerita yang ia buat. Mungkin, belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukku. Mungkin belajar bagaimana tetap tersenyum walau sebenarnya dalam hati hancur. Semua ini.. Mungkin adalah salah satu cara tuhan untuk mendewasakanku.
Semua ini terjadi begitu saja, tanpa aku sadari. Tentu bukan kebetulan seperti yang kebanyakan orang bilang. Karena aku tak percaya dengan yang namanya "kebetulan" di dunia ini. Bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini? Karena jelas-jelas ini semua memang telah direncanakan tuhan sebelumnya, tanpa sepengetahuan kita. Disini kita menjadi aktor dan aktris yang memainkan alur cerita sesuai dengan apa yang tertulis pada skenario.
Dan hari ini, hari dimana aku harus benar-benar terbangun dari mimpi panjangku yang bertopikkan tentangmu. Sebegitu menjengkelkannya kisah yang terjadi diantara kita berdua, yang dikemas sangat rapi dan indah oleh tuhan, sehingga tak mudah untuk dilupakan. Bahkan mungkin akan menjadi kisah sepanjang masa yang tak akan pernah terlupakan.
Aku takut mengartikan kata-kata manis darimu, yang mungkin saja kau katakan tak hanya untukku. Aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. Aku takut!
Karena pada dasarnya, semua orang memiliki topengnya masing-masing. Dan aku? Belum terlalu pandai untuk mengerti kenampakan aslinya. Karena seringkali yang ditunjukkan pada kita belum tentu itu pula yang ada dalam hatinya.
Dan aku, semakin takut jika perasaan ini tumbuh ke arah yang tak kuinginkan. Tolong, aku mohon, hentikan langkah ku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu. Tolong, kembalikan aku ke jalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu.
Ketahuilah adek.. aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang semakin membuncah diotakku. Seperti asap rokok yang mengepul semakin tinggi diudara. Aku tak percaya, ternya semua ini bisa melangkah sampai sejauh ini. Aku tak pernah berani mengusikmu jika nanti akhirnya hanya akan membebanimu dikarenakan perasaanku ini. ---
Tolong.. jangan lupakan aku :)

Tidak ada komentar: