google-site-verification: googlede9405c7cb17dca2.html Sang Pendaki Mimpi: Mei 2014 Sang Pendaki Mimpi: Mei 2014

Jasa Pengiriman

Selasa, 27 Mei 2014

Aku TanpaMu

Harusnya aku tau ketika kau datang membawa duka
Pasti akan aku pisahkan darimu 
Jauhkan dari angkara
termurka di dunia ini

Tapi kenapa lidahmu kelu
membiarkan aku tanpamu
disisiku dan terbelenggu angan
tentangmu

Deritaku kini semakin membungkuk
seakan semua tak tertahan lagi
haruskah aku menjemputmu ke istana cinta
yang penuh dengan angan-angan terpatri dalam lamunan
haruskah diam menyendiri sepi disini
tanpamu disisiku

Kupu-kupu saja tak kuasa
menahan tubuhnya dalam kepompong
apalagi diriku didalam relung kesedihan
tak tertera dengan denting suaramu
memaku diri pun tak kuasa
hanya aliran darahku yang tersendat 
karena hatiku tanpamu kini
.....#sepi.........

Kamu adalah bahagia dan sedihku

Sekarang.. Semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama. Tak ada yang kuketahui selain mencari cara terbaik agar aku tak lagi mengidolakanmu. Aku bertingkah seolah aku baik-baik saja tanpamu. Padahal sebenarnya aku hancur.. Aku berusaha memunguti serpihan-serpihan hati dan menatanya kembali.
Aku lelah, ketika harus memaksa otakku untuk agar tak lagi memikirkanmu, semakin aku memaksa otakku.. Semakin membuatku memutar kembali semua memori yang ia simpan secara sengaja. Sementara aku tak mau melupakanmu dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak, dan aku percaya waktu akan melakukannya untukku.. Jika memang aku ditakdirkan untuk melupakanmu..
Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu. Kamu sangat sulit kutebak, kamu seperti teka-teki yang memiliki jawaban tapi juga banyak tafsiran. Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut!
Dengar.. Aku tidak mengapa jika memang benar kau telah menemukan seseorang yang yang benar-benar kau cintai. Disini, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Aku akan memberikan segala yang aku mampu, asal orang yang aku sayangi bisa bahagia.. meskipun itu harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri. Jangan terlalu memikirkan aku, karena aku sudah terbiasa merasakan sakit dan kecewa walau tak pernah sedalam ini. Tapi jangan khawatir, aku pasti bisa mengatasi semua itu. Tenang saja..
Bagiku, yang terpenting adalah dapat melihatmu tersenyum bahagia, meskipun itu bukan karena aku penyebabnya. Aku rela, rela menukar semua kebahagiaanku demi melihat lengkungan senyum diwajahmu. Karena kebahagiaanmu adalah segalanya untukku.